Mangkuk Kayu (The Wooden Bowl)

Advertisement
Assalamualaikum wr wb
www.islamku-ilmuku.web.id
(The Wooden Bowl)
Saya jamin kalian pasti akan teringat kisah tentang the Bowl Wooden entah itu mungkin besok, minggu ini, Bulan depan, ataupun tahun depan.
Ok kita Mulai ceritanya,…

Seorang pria tua rapuh pergi untuk tinggal dengan anaknya, anaknya yang sangat patuh, dan seorang cucu yang berumur 4 tahun. Tangan orang tua tersebut bergetar, penglihatannya kabur, dan langkahnya saat berjalan tertatih-tatih atau tersendat-sendat.


keluarganya makan bersama di meja. Akan tetapi tangan gemetar kakek tua itu dan penglihatannya yang sedikit kabur membuatnya makan terlalu sulit.  Sampai Akhirnya sendok yang berisi makanan yang ia pegang jatuh ke lantai.

Ketika ia menggenggam gelas yang berisi susu, susu itupun tumpah di taplak meja. Putra dan putrinya lantas menghukumnya karena kesal dengan kekacauan yang telah dibuat olehnya.
"Kita harus melakukan sesuatu kepada kakek," kata anak itu. "Aku sudah cukup kesal dengan apa yang dilakukan oleh kakek itu baik susunya tumpahlah, berisik saat makan, dan makanan yang jatuh ke lantai."




Jadi mereka memberi sebuah meja kecil di sudut, Dengan kakek tersebut makan sendirian sedangkan keluarga lainnya menikmati makan malam di meja makan. Sejak Setelah kakek tua itu memecahkan satu atau dua piring, Maka makanan yang di sajikan untuknya  diganti dalam bentuk mangkuk kayu.

Ketika keluarga melirik ke arah kakek, kadang-kadang mereka melihat kakek tersebut menangis saat ia duduk sendirian.

Baca Juga:
  1. 5 Mata Uang Paling Mahal Sejagat
  2. Ayo Nabung Saham Untuk Masa Depan Lebih Cerah

Namun mereka memiliki suatu alasan kenapa mereka melakukan hal tersebut kepada kakeknya yaitu ia selalu menjatuhkan sendok dan menumpahkan makanan ke lantai, dan mereka melakukannya sebagai bentuk peringatan kepada kakeknya tersebut

Cucunya yang berusia empat tahun menyaksikan itu semua diam-diam. Suatu malam sebelum makan malam, ayahnya melihat anaknya bermain dengan sisa kayu di lantai.
Dia lantas bertanya kepada anak manisnya, "Apa yang kamu buat? ' Anak manisku,
anak itu menjawab, 'Oh ya, saya membuat mangkuk kecil untuk Ayah dan Ibu sebagai tempat makan makanan kalian pada saat aku tumbuh dewasa kelak. 'Anak berusia empat tahun tersebut tersenyum dan kembali melanjutkan bermain dengan sisa kayu dilantai.

Kata-kata itu begitu menusuk hati orang tua tersebut sehingga membuat mereka terdiam. Kemudian air matapun mulai mengalir di pipi mereka. Meskipun tidak ada kata yang diucapkan, mereka berdua tahu apa yang harus mereka lakukan.

Malam itu anak memegang tangan kakek dan dengan lembut membawanya kembali ke meja makan keluarga. Untuk sisa hidupnya kakek tersebut makan setiap hari dengan keluarganya. Dan untuk beberapa alasan, sejak saat itu anaknya tampak peduli dan tidak merasa kesal lagi ketika sendok dijatuhkan, susu ditumpahkan, atau taplak meja yang kotor.

Baca Juga: "Si Katak Yang Malang"

Nabi Muhammad (saw) bersabda:
"Orang tua adalah pintu pertengahan menuju Surga, jadi jika engkau ingin, silahkan engkau pelihara, bila tidak mau, silahkan untuk tidak memperdulikannya."

(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan beliau berkomentar,”Hadits ini shahih.” Riwayat ini juga dinyatakan shahih, oleh Al-Albani)
Jadi kalian pilih yang mana mau memilih untuk memelihara orang tua kalian dan menuju ke Surga, atau kalian lebih memilih untuk mengabaikannya dan pergi ke Neraka. Jawaban ada pada diri kalian masing-masing, Silahkan tentukan jawabannya. Jawaban kalian menentukan hidup kalian kelak.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan bagi kepada Teman, Saudara, Suami ataupun Istri dan Keluarga anda. Sekian terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb


Tolong Jangan Spam Ya!!! TERIMA KASIH BANYAK

Click to comment