Si Katak Yang Malang

Advertisement

Si Katak Yang Malang


Assalamualaikum Wr Wb


bayuwr.blogspot.co.id
Pada suatu hari, disana ada seekor tikus yang melewati kolam dan melihat katak keluar dari dalam kolam. Heran dengan pemandangan yang tak biasa ini. Tikus mulai bicara dengan katak dan dengan ini, percakapan yang sangat hangat dan ramah berlangsung. Sebuah persahabatan yang sangat dekat tumbuh  antara mereka berdua, sampai hubungan mereka menjadi hubungan cinta. Dengan perjanjian bersama. Mereka menetapkan waktu tertentu dimana
mereka bisa saling bertemu di pagi hari setiap hari dan berkomunikasi satu sama lain untuk waktu yang lama. Pada saat pertemuan special mereka menggunakannya untuk menerangkan satu sama lain mengenai pendapat mereka tentang topik tertentu atau mereka menggunakannya untuk menghibur diri mereka sendiri tentang masa lalu mereka yang menarik. Hati mereka terbuka disaat mereka saling melihat satu sama lain.

Suatu hari tikus berkata pada katak “Kamu berenang didalam air sementara aku tinggal sendirian ditanah yang kering. Aku  menderita Karena berpisah denganmu. Ketika kesepian, saya datang ke tepi air untuk memanggilmu. Ketika kamu berada didalam air, suaraku tidak bisa di dengar olehmu. Oleh Karena itu, Aku tidak bisa tenang menemuimu untuk waktu yang singkat setiap hari.”  

Tikus melanjutkan,” Ohh katak tercinta, aku tidak bisa hidup tenang tanpa melihat wajahmu, pada siang hari Matamu adalah hidupku, pada malam hari memikirkanmu adalah ketenangan dan tidurku. Itu akan sangat menyenangkan jika kamu mengizinkanku bertemu denganmu waktu demi waktu disetiap kesempatan.



Tikus berjalan sambil berkata.”Temanku yang aku hormati, aku adalah makhluk yang dapat hidup di darat saja, sedangkan kamu dapat hidup didarat dan di air. Dan bagaimana mungkin pada saat kamu didalam air bisa menemui saya pada saat saya ingin bertemu denganmu.

Untuk beberapa saat mereka merenung dan bermusyawarah satu sama lain sampai akhirnya tikus mempunya pendapat. Pendapatnya adalah dia menginginkan seutas tali yang salah satu ujungnya di ikatkan pada kaki katak dan ujung yang lain diikatkan ke kaki tikus. Dengan demikian, ketika tikus ingin bertemu dengan katak dia hanya perlu menarik tali dan kemudian katak akan merespon dengan kembali kepermukaan air.
Katak menganggap saran tikus sangat buruk dan ia berkata dalam hatinya.”ini sangat kejam, dia ingin mengikatku dan membuatku hidup seperti seorang tahanan.”

Baca Juga:
Meski tidak suka dengan saran tikus, katak terpaksa untuk menerima saran tersebut. Keduanya, dengan menarik tali mampu bertemu setiap hari berulang kali sampai malapetaka melanda mereka suatu pagi. Seekor burung bangkai melihat mangsanya yaitu si tikus, dari atas burung tersebut membawa tikus melambung keatas, tanpa ia sadari, mengangkat katak keluar dari air dengan perlahan-lahan. Hal ini disebabkan Karena tikus dan katak tertarik tali bersama. Sayangnya nasib yang diderita tikus menimpa katak juga. Burung bangkai membunuh mereka berdua dan memakannya sampai habis. Jika katak tetap didalam air dan tidak membentuk persahabatan dengan tikus, mungkin hal ini tidak akan terjadi padanya dan ia tidak akan menjadi makanan burung bangkai.
Sayidina Rumi Rahmatullahe alayhi menggunakan kisah ini sebagai contoh untuk menarik perhatian kita pada bahaya dan efek dari memiliki sahabat yang buruk. Ini adalah cerita yang sangat baik dengan pelajaran moral yang kuat.



Sayidina Rumi Rahmatullahe alaihi mengatakan:

"Dalam cerita ini kita melihat jiwa, diri dan setan. Diri mencerminkan tikus, jiwa mencerminkan katak dan burung bangkai mencerminkan setan.

Diri, dalam rangka untuk memenuhi keinginannya melibatkan jiwa dalam praktek jahat, upaya untuk mengikatnya dengan tali sehingga jiwa menuruti praktek jahat ini juga. Ketika jiwa enggan mematuhi keinginan diri dan berteman dengan diri, memungkinkan setan untuk menariknya setiap kali ingin. Dengan cara ini jiwa juga dipermalukan karena kontak dengan diri. Oleh karena itu, ketika setan akan masuk neraka, diri, yang berada di paruhnya, juga akan masuk neraka dan begitu juga jiwa yang terikat dengan diri.
Di hari ini dan tahun ini, kita hidup di tengah-tengah orang jahat dan kumpulan orang-orang jahat. Dengan bertemannya dengan pelaku kejahatan, maka kita akhirnya akan terpengaruh oleh perbuatan keji mereka dan juga akan menikmati dosa-dosa ini. Dengan terlibat dalam hal-hal yang salah, kita hanya akan menjadi lebih dan lebih berdosa dan kita akan diseret dengan pelaku kejahatan ke dalam Jahannam, yang merupakan benar-benar arah yang berlawanan dengan arah yang kita tuju.

Sedangkan jika kita ingin berteman dengan orang yang saleh, kita akan terpengaruh oleh perbuatan baik mereka dan kita akhirnya akan masuk ke Surga.
Pembaca yang saya hormati, kita telah diberi dua pilihan saja, tapi pertanyaannya adalah mana yang akan kita pilih?, didunia ini kita tidak dipaksa untuk melakukan apa-apa, kita bertindak berdasarkan keinginan kita.



Semoga Allah Ta'ala memberikan kita kemampuan untuk memilih apa yang benar maupun yang salah dan mungkin Dia Yang Maha Kuasa memberikan kita perlindungan dari diri seseorang dan dari setan.




Amin...

Wassalamualaaikum Wr Wb

Tolong Jangan Spam Ya!!! TERIMA KASIH BANYAK

Click to comment