Pengertian, Rukun, Syarat, Fungsi Pernikahan atau Menikah

Advertisement

Pengertian, Rukun, Syarat, Fungsi Pernikahan atau Menikah

Manusia diciptakan Allah SWT dengan berpasang-pasangan. Manusia diberikan rasa cinta dan kasih antara lelaki dan perempuan adalah sebuah anugerah yang sangat luar biasa. Bayangkan, jika manusia tidak diberikan rasa kasih dan sayang, menurut kalian apa yang akan terjadi?. Akan tetapi hubungan cinta yang terjalin antara pria dan wanita ini akan penuh kesucian dan kemuliaan jika terjalin lewat jalur pernikahan. Sebab, banyak sekali anak muda jaman sekarang yang menjalin hubungan cinta ini melalui jalur yang sangat dilarang oleh agama, kalian tahu sendiri lah jalur apa itu!. Pada kesempatan kali ini admin akan memberikan sebuah "Pengertian, Rukun, Syarat, Fungsi Pernikahan", agar kalian bisa lebih paham arti sesungguhnya dari rasa cinta dan kasih itu.

Baca Juga:

A. PENGERTIAN PERNIKAHAN

Kalau diartikan menurut bahasa pernikahan itu berarti menghimpun atau mengumpulkan. Sedangkan jika menurut istilah menikah merupakan suatu ikatan lahir dan batin yang terjalin antara seorang pria dan seorang wanita yang bukan muhrimnya sebagai suami dan istri yang bertujuan untuk membina suatu rumah tangga dan sebagai jalan untuk menggapai Rahmat Allah SWT. Allah SWT berfirman yang artinya:

"Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu sukai, dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."
(Q.S. An-Nisa' : 3)

Dari ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa kita diperbolehkan menikahi wanita lebih dari satu wanita dengan maksimal 4 wanita dengan catatan kalian bisa berlaku adil kepada semuanya, jika kalian tidak dapat berlaku adil maka nikahlah dengan satu wanita saja.

B. RUKUN PERNIKAHAN

Rukun pernikahan ini merupakan sesuatu yang wajib ada pada saat pernikahan, jika tidak dipenuhi maka pernikahan tersebut tidak akan sah. Berikut adalah Rukun-Rukun Pernikahan.
  • Ada calon suami.
  • Ada calon istri.
  • Ada wali dari calon istri.
  • Ada saksi.
  • Ada ijab dan qabul.
Baca Juga:

C. SYARAT PERNIKAHAN

Syarat nikah ini sama dengan rukun nikah yakni sesuatu yang harus dipenuhi, jika tidak dipenuhi maka pernikahan tersebut tidak sah. Adapun syarat-syarat pernikahan adalah sebagai berikut.

1. Syarat Calon Suami
Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi para calon suami adalah sebagai berikut.
  • Beragama Islam.
  • Sudah Baligh.
  • Berakal.
  • Kemauan Sendiri.
  • Bukan Muhrim Calon Istri.
  • Tidak Sedang Berhaji atau Umrah.
2. Syarat Calon Istri
Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi para calon istri adalah sebagai berikut.
  • Beragama Islam.
  • Sudah Baligh.
  • Bukan Muhrim Bagi Calon Suami.
  • Tidak Bersuami.
  • Berakal.
  • Tidak Sedang Berhaji ataupun Umrah.
3. Syarat Wali Calon Istri
Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi para calon wali istri adalah sebagai berikut.
  • Beragama Islam.
  • Berakal.
  • Sudah Baligh.
  • Laki-Laki.
  • Tidak Fasiq.
Perlu kalian ketahui bahwa wali pernikahan itu dibedakan menjadi 2 yakni wali nasab dan wali hakim. Wali nasab merupakan wali yang berasal dari pihak kerabat, sedangkan wali hakim merupakan seorang pejabat yang diberi hak untuk menjadi wali dalam suatu pernikahan karena ada sebab-sebab tertentu.



Adapun wali nasab yang berhak untuk menjadi wali dalam pernikahan adalah sebagai berikut.
  1. Ayah,
  2. Kakek dari Ayah,
  3. Saudara Laki-Laki Kandung,
  4. Saudara Laki-Laki Seayah,
  5. Anak Laki-Laki dari Saudara Laki-Laki Kandung,
  6. Anak Laki-Laki dari Saudara Laki-Laki Seayah,
  7. Saudara Laki-Laki Yang Sekandung Dengan Ayah,
  8. Saudara Laki-Laki Ayah yang Seayah,
  9. Anak Laki-Laki Paman Yang Sekandung Dengan Ayah,
  10. Anak Laki-Laki Paman Yang Seayah Dengan Ayah.
Akan tetapi jika wali nasab tidak ada atau enggan untuk menjadi wali pernikahan, maka yang berhak untuk menjadi wali adalah hakim. Hal ini berdasarkan hadis sebagai berikut.

"Maka jika (wali-wali itu) enggan menikahkan maka sultan (hakim) menjadi wali baginya."
(H.R. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

4. Syarat dua Orang Saksi
Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi Saksi adalah sebagai berikut.
  • Beragama Islam,
  • Sudah Baligh,
  • Berakal,
  • Tidak Fasiq,
  • Laki-laki.
5. Syarat Ijab dan Qabul
Yang dimaksud dengan ijab merupakan pernyataan pernikahan dari pihak wali dari calon istri kepada calon suami. Sedangkan Qabul adalah pernyataan menerima atas pernikahan dari wali calon istri. Adapun syarat Ijab dan Qabul adalah sebagai berikut.
  • Dengan kata-kata yang jelas,
  • adanya kesesuaian antara ijab dan qabul,
  • Tidak berselang lama antara ijab dan qabul,
  • Tidak ada syarat yang memberatkan yang dapat menghalangi kelangsungan pernikahan.
Baca juga:

D. FUNGSI PERNIKAHAN

Pernikahan memiliki banyak fungsi diantaranya.
  • Menentramkan jiwa,
  • Memperoleh keturunan yang sah,
  • Terhindar dari perbuatan maksiat.
Nah, itu tadi adalah "Pengertian, Rukun, Syarat, Fungsi Pernikahan atau Menikah", jadi sudah paham semua kan kalian! Perlu kalian ingat bahwa hubungan asmara atau kasih dan sayang tanpa melalui jalur pernikahan adalah sesuatu yang sangat diharamkan. Karena dari hubungan terlarang tersebut akan menciptakan atau menimbulkan perbuatan yang sangat dilarang agama yakni perzinahan. Oleh karena itu, jika kalian mampu untuk menikah ya menikah saja, jika tidak maka bersabar adalah jalan yang tepat.

Demikian Pembahasan kita mengenai "Pengertian, Rukun, Syarat, Fungsi Pernikahan atau Menikah" semoga bermanfaat, jangan lupa share. Sekian terima kasih dan sampai jumpa dilain waktu.

Pertanyaan!
  1. Apa itu Pernikahan atau menikah?
  2. Pengertian Ijab dan Qabul?
  3. Sebutkan Rukun-Rukun Pernikahan?
  4. Sebutkan wali nasab yang berhak menjadi wali dalam pernikahan?
  5. Sebutkan Fungsi Pernikahan?
Jawab!
  1. Menikah adalah suatu ikatan lahir dan batin yang terjalin antara seorang pria dan seorang wanita yang bukan muhrimnya sebagai suami dan istri bertujuan membina suatu rumah tangga dan sebagai jalan untuk menggapai Rahmat Allah SWT.
  2. Ijab merupakan pernyataan pernikahan dari pihak wali dari calon istri kepada calon suami, sedangkan qabul merupakan pernyataan menerima atas pernikahan dari wali calon istri.
  3. Ada calon suami, Ada calon istri, Ada wali dari calon istri, Ada saksi, Ada ijab dan qabul.
  4. Ayah, Kakek dari Ayah, Saudara Laki-Laki Kandung, Saudara Laki-Laki Seayah, Anak Laki-Laki dari Saudara Laki-Laki Kandung, Anak Laki-Laki dari Saudara Laki-Laki Seayah, Saudara Laki-Laki Yang Sekandung Dengan Ayah, Saudara Laki-Laki Ayah yang Seayah, Anak Laki-Laki Paman Yang Sekandung Dengan Ayah, Anak Laki-Laki Paman Yang Seayah Dengan Ayah.
  5. Menentramkan jiwa, Memperoleh keturunan yang sah, Terhindar dari perbuatan maksiat.

Tolong Jangan Spam Ya!!! TERIMA KASIH BANYAK

Click to comment